Renungan 28 Juli 2019: Kekuatan Doa


Doa mempunyai kekuatan luar biasa, jika dilandasi oleh keyakinan. Keyakinan itulah yang menentukannya. Doa menjadi ungkapan hadirnya Allah. Ini berarti ada relasi kuat dengan Allah. Tanpa relasi ini, sulitlah, doa menjadi ungkapan yang mendalam dan asli. Bagaimana kita bisa meresapkan dan merenungkan dari bacaan kali ini?

                      Dalam Luk 11:1-13 terdapat tiga pokok. Pertama, Yesus mengajar murid-muridnya berdoa (ayat 1-4). Kedua, perumpamaan mengenai orang yang tak sungkan-sungkan minta tolong seorang kawannya di tengah malam (ayat 5-8). Ketiga, sebuah pengajaran mengenai kekuatan doa (ayat 9-13). Apa latar belakang dan pemaknaannya?

                      Murid-murid meminta Yesus mengajar berdoa. Permintaan seperti itu juga dilakukan oleh murid-murid Yohanes Pembaptis. Pada zaman itu biasanya orang datang kepada petapa di padang gurun. Mereka biasanya meminta nasehat dan saran. Bekal doa dan berkat dibawa pulang.

Para murid datang kepada Yesus. Ia sedang berdoa. Mereka meminta Yesus mengajari mereka berdoa. Menarik bahwa Lukas berulangkali menampilkan Yesus yang sedang berdoa. Yesus di mata Lukas ialah pribadi yang dekat dengan kekuatan-kekuatan ilahi. Di saat-saat puncak dalam kehidupannya Yesus ditampilkannya sebagai orang yang sedang berdoa. Misalnya, Yesus berdoa sebelum dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, sebelum menetapkan 12 rasul, pada waktu penampakan kemuliaan Yesus di gunung Tabor, berdoa di taman Gethsmani, berdoa waktu di salib. Yesus berdoa dan membiarkan diri dipenuhi oleh kekuatan-kekuatan Ilahi.

Bagi Yesus berdoa ialah menaruh diri di hadapan Yang Ilahi yang dipercayanya sebagai Bapa. Ia membiarkan kekuatan ilahi menghidupinya. Dalam mengikuti perjalanannya ke Yerusalem, murid-muridnya makin menyadari hal itu. Lambat laun mulai jelas bagi mereka dari mana kekuatan dan keteguhan pribadi yang mereka ikuti itu. Maka mereka datang kepadanya minta diajar berdoa, minta diberi rumusan doa yang dapat mereka pegang untuk bekal hidup.

Lukas menampilkan doa yang diajarkan oleh Yesus dalam konteks relasi dengan sesama. Ia menampilkan doa sebagai cara Yesus membiarkan dirinya makin dipahami sebagai "sesama" oleh orang-orang yang dijumpainya dan yang menerimanya.Lihat misalnya, siapa sesama sehubungan dengan orang samaria yang baik hati. Lihat misalnya, Marta dan Maria sebagai sesama.

Apa isi doa Bapa Kami? Doa diawali dengan kata “Bapa”. Ini adalah ungkapan akrab tapi penuh hormat bagi Allah. Ada kedekatan di sini. Yesuslah yang membukakan diri Allah sebagai Bapa. Dalam bahasa Aram, Bapa itu adalah Abba.

Isi doa Bapa Kami disebutkan lima hal. Pertama, Bapa dikuduskanlah namaMu. Kehadiran yang Mahakuasa itu tetap dapat dialami sebagai kehadiran yang keramat sekalipun Ia membiarkan diriNya disapa sebagai Bapa.

Kedua, datanglah KerajaanMu. Bagi Lukas kehadiran Yesus merupakan kehadiran Kerajaan Allah. Ada perubahan antara yang kaya dan yang miskin.

Ketiga, berilah kami setiap hari makanan secukupnya. Ada kecukupan makanan sesuai kebutuhan.

Keempat, ampunilah kesalahan kami, sebab kamipun mengampuni bersalah kepada kami. Permohonan ini diajarkan Yesus untuk membuat murid-muridnya belajar mengambil sikap pengampun, sikap batin yang memberi kemerdekaan bagi diri sendiri dan bagi orang yang pernah berlaku salah.

Kelima, janganlah membawa kami ke dalam percobaan. Percobaan ialah wilayah kekuatan-kekuatan yang jahat, yang gelap, yang pasti akan menelan manusia bagaimanapun juga kekuatan pribadinya. Menakutkan.  Di sini dimohon supaya orang tidak masuk ke dalam kekuatan-kekuatan jahat itu. Yesus sendiri sudah keluar dari wilayah kekuatan-kekuatan jahat itu.

Kekuatan doa sungguh dirasakan sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan. Seorang terus menerus memohon. Akan diberikan Roh Kudus. Maksudnya, kekuatan yang membimbing dan menuntunnya. Di situlah penyertaan Allah sendiri.

Bagaimana praktek doa kita pada zaman ini? Dalam berbagai perjumpaan dengan orang yang tekun berdoa, ada kekuatan luar biasa. Pernah diungkapkan, bagaimana orang bisa keluar dari masalah berat berkat doa yang dilakukan terus menerus. Ada kekuatan luar biasa.

Tuhan, semoga kami dapat semakin menyapa Allah sebagai Bapa dan mendapatkan kekuatan Roh dariNya. Amin. (War, 28 Juli 2019)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com