Pembaruan Hidup


              Ekaristi membawa pembaruan hidup kita. Setiap kali kita mengikuti Perayaan Ekaristi, kita mengenangkan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus. Itulah puncak karya penyelamatan Allah. Kita merayakan kehadiran Kerajaan Allah dalam hidup kita. Kristus hadir dalam hidup kita. Kristus membawa pembaruan hidup, semangat dan bekal hidup. Bagaimana Ekaristi mempengaruhi hidup harian kita?

              Dalam Luk 9:11b-17 diceritakan kisah Yesus memberi makan lima ribu orang. Lukas   menceritakannya langsung setelah berita kematian Yohanes Pembaptis didengar Yesus. Lukas menghubungkan peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang itu dengan pengutusan kedua belas murid. Mereka diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit (Luk 9:2) dengan berbekal "tenaga" dan "kuasa" yang diberikan Yesus untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit (ayat 1). Dan hanya bekal inilah yang membuat pemberitaan dan tindakan mereka berhasil. Jadi bukan ketrampilan dan penampilan mereka sendiri.

                      Di dalam Luk 9:11b dikatakan Yesus membicarakan Kerajaan Allah bagi orang banyak sambil menyembuhkan mereka yang butuh disembuhkan. Memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit itulah dua tugas bagi dua belas orang muridnya. Dalam Luk 9:10 disebutkan bahwa murid-murid tadi baru kembali keliling dan menceritakan kepada Yesus bagaimana mereka telah menjalankan pengutusan tadi. Yesus membawa mereka ke Betsaida untuk menyendiri, tentunya untuk bersama-sama mendalami pengalaman tadi. Tetapi orang banyak yang sudah mendengar, melihat, dan mengalami yang dilakukan para murid tadi tetap mengikuti. Mereka mau mendekat ke sumber "tenaga" dan "kuasa" yang telah mereka alami, yakni Guru para murid tadi.

Orang banyak datang berkerumun. Mereka tahu kesempatan ini langka. Berbagai orang "pintar" berhimpun di satu tempat. Penyembuh-penyembuh hebat sedang berkumpul di sekitar Guru mereka. Ketika ada kerumunan orang banyak, kita tertarik. Misalnya, ada kecelakaan, ada kebakaran rumah. Di situ orang digugah untuk menolong atau membantu.

 Bagi orang banyak Kerajaan Allah ialah kehadiran Yang Mahakuasa yang memberi harapan, ketenangan, keberanian, keuletan, kesembuhan, apa saja yang membuat mereka hidup terus. Terutama bagi mereka yang merasa butuh ditopang. Mungkin mereka tidak mengungkapkannya dengan kata-kata, tapi pencaharian "makna hidup" seperti ini ialah cara mengakui kehadiran Yang Ilahi dalam kehidupan. Dan bila semakin didalami, semakin nyata pula hadirnya Kerajaan Allah. Semua orang bisa mengalaminya.

Setelah merasul dan berhasil, para murid diajak untuk merayakan dan istirahat sejenak di Betsaida. Mereka diajak untuk merenungkannya. Dalam peristiwa itu para murid merayakannya dengan semacam “kenduri”, makan bersama. Orang banyak mengikuti dan diajak serta dalam kenduri itu.  

Lukas menunjukkan hubungan peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang itu dengan kenyataan Kerajaan Allah dan kesembuhan utuh dalam diri Yesus yang bangkit yang kini dikabarkan kepada orang banyak. Orang banyak makan sampai kenyang (Luk 9:17). Dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan yang belum termakan itu menandakan kegembiraan dan kepuasan. Dua belas bakul itu masih cukup ada bagi siapa saja yang akan dijumpai keduabelas murid nanti, termasuk kita.

Oleh karena itu tak aneh bila orang beriman sekarang mau melihat perayaan Ekaristi sebagai kenyataan yang diwartakan Injil hari ini. Ekaristi itu ikut serta merayakan keberhasilan Yesus Kristus dalam membawakan Kerajaan Allah kepada orang banyak. Ini kasih/agape dalam ujud perjamuan liturgis dan sakramental. Tak aneh dalam Kisah Para Rasul,  orang-orang kristen pertama itu berbagi milik dan bertekun bersama. Mereka juga "memecahkan roti" bergilir di rumah masing-masing ...(Kis 2:44-46). Mereka kenduri dengan sukacita.

Singkatnya, Perayaan Ekaristi membawa pembaruan hidup kita. Tidak berhenti merayakan Ekaristi selesai, tetapi membawa perubahan dan pembaruan dalam hidup kita sehari-hari. Di situlah Kristus yang hadir dalam hidup kita membawa suka cita dan kegembiraan hidup.

Tuhan Yesus, semoga kami semakin membawa pembaruan hidup melalui perayaan Ekaristi yang kami rayakan ini. Amin. (War, 23 Juni 2019)

 

 

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :