Renungan Sabtu Suci 15 April 2017


Kisah kebangkitan Yesus memang tak mudah untuk dipahami, karena merupakan peristiwa iman yang hanya dapat dipercayai. Injil Matius menceritakan dengan singkat bagaimana kebangkitan itu disampaikan oleh beberapa wanita: Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka menjumpai makam kosong. Gempa bumi yang hebat mendahului peristiwa kebangkitan itu. Malaikat datang ke batu makam itu. Malaikat menyampaikan kepada wanita-wanita itu: "Jangan takut, engkau mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini sebab Ia telah bangkit." Para wanita itu ternyata dengan gembira menyampaikan kabar kebangkitan itu kepada para murid Yesus.

 Malam Paskah merupakan Perayaan inti iman akan Yesus itu: kebangkitan-nya. Dengan kebangkitan Yesus itu, semua orang yang beriman kepada-Nya diikutsertakan dalam wafat dan kebangkitan-Nya melalui baptisan yang diterimanya. Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

 Liturgi Paskah mengajak kita untuk memperbarui janji baptis kita. Sekaligus mengingatkan kita akan kebangkitan Kristus yang menjadi dasar iman yang membawa hidup baru yang adalah hidup kekal. Selanjutnya seperti halnya para wanita yang datang ke kubur dan para rasul yang mendengar warta kebangkitan itu, kita pun diajak untuk dengan tidak takut, dan bahkan dengan sukacita mewartakan dan memberikan kesaksian dengan iman akan kebangkitan Kristus itu. Dengan memperbarui janji baptis, maka setiap orang beriman diingatkan untuk lebih berkomitmen melaksanakan janji baptis dalam kehidupan sehari-hari. (RBP/renunganpagi.blogspot.co.id)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :