Gerakan Penitensi Biopori


Pembuatan Biopori - Foto : Istimewa

Sabtu pagi tanggal 18 April 2015, terlihat sekumpulan orang beramai-ramai membuat lubang resapan di sekitar pelataran Paroki Santo Servatius Kampung Sawah. Acara tersebut bertajuk “Gerakan Penitensi Biopori” dan diselenggarakan oleh Seksi Lingkungan Hidup dan bekerja sama dengan pantia ANP. Pihak-pihak yang turut serta meramaikan acara ini antara lain adalah para OMK dan perwakilan dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, Yohanes Salib, Maria Asumta, Maria Frances, Maria PSR, Maria Imaculata, Theresia Margaret Redi, Theresia Andes, dan Bernardino.

Para peserta yang berjumlah 42 orang tersebut hadir di halaman gereja pada puku 08.00 pagi. Acara dibuka dengan doa dan berkat yang dipimpin oleh Rm. Widoyoko SJ, kemudian ibu Paula Ruliyati selaku seksi lingkungan hidup menjelaskan maksud dan tujuan acara pada hari sabtu pagi tersebut. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengarahan secara teknis oleh Pak Mateus Koso. Setelah acara seremonial selesai, peserta pun bergegas mengambil peralatan yang diperlukan untuk segera membuat lubang resapan biopori. Total lubang resapan biopori yang yang berhasil dibuat mencapai 140 LRB, di area depan, samping, dan belakang Gereja.

Pembuatan biopori sebagai sebuah gerakan penitensi

Banyak yang bertanya maksud dari kata penitensi pada acara yang berjudul “Gerakan Penitensi Biopori” ini. Maksud dari gerakan penitensi ini adalah sebagai bentuk pertobatan ekologis atas dosa-dosa kita yang tidak peduli dengan bumi seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan kemasan-kemasan plastik/styrofoam yang tidak bisa hancur dan mencemari bumi, dan masih banyak lagi perilaku ketidak pedulian pada keutuhan ciptaan Tuhan. Dalam tradisi Katolik, pertobatan disertai dengan penitensi. Dalam alur tobat penitensi bukan hukuman, melainkan suatu upaya untuk mewujudkan secara nyata pertobatan itu dalam perbuatan yang tidak hanya sekali, melainkan dalam perilaku sehari-hari. Terkait dosa ekologis, salah satu bentuk penitensinya adalah membuat lubang resapan biopori (LRB). Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah agar:

  1. Umat Katolik Gereja St. Servatius Kampung Sawah semakin mencintai Tuhan melalui cara sederhana yaitu mencintai bumi
  2. Mencintai sesama dan mewujudkan persaudaraan sejati dengan berbelarasa menjaga alam dan bekerja sama dengan masyarakat
  3. Mencintai bumi dengan menyimpan air, mengelola sampah, dan memberi makanan pada organisme dalam tanah dalam rangka menjaga keutuhan ciptaan.

 

Harapannya setelah kegiatan ini, lingkungan-lingkungan juga bergerak melakukan pembuatan lubang resapan biopori dilingkungan RT/RW nya masing-masing dan mengajak warganya untuk ikut serta melakukan gerakan ini. Jika secara berkesinambungan dan masiv dilakukan maka Kampung Sawah akan menjadi daerah yang terbebas dari banjir di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Janganlah mewarisi anak-cucu kita “AIR MATA”, tetapi warisilah dengan “MATA AIR”. (Clara Pramestika Larasati)

Foto-foto lain kegiatan pembuatan biopori ini dapat dilihat di galeri foto pembuatan biopori

 

 

 

 

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :