[Renungan 27 Maret 2015] Harta Paling Bernilai


Stairs to heaven - Foto : Istimewa

Bacaan : Matius 6:19-21 ( "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi: di bumi ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar serta mencurinya")

 

Ada wanita di guangdong,china, senang saat mendapat uang sekitar Rp. 650 juta. Ia membungkus uang itu dengan plastik lalu menyimpanya. Lama setelah itu ia berencana menggunakan uang tersebut. Namun saat ia membuka laci penyimpanan uangnya ia mendapati rayap telah melubangi plsatik dan memakan uangnya. Dengan panik ia mengambil uangnya dan membawanya ke bank. Bank berhasil memverifikasi uang yang masih utuh sekitar Rp 550 juta. Ia kehilangan Rp.100 juta gara-gara rayap.

Ketika kita berbicara soal uang,sebenarnya kita sedang berbicara tentang salah satu hal yang paling di butuhkan manusia di sepanjang zaman. Sejak dulu orang berlomba-lomba mencari dan mengumpulkan uang  dengan berbagai cara, mulai dari cara yang benar ( bekerja dan menabung ) hingga cara yang tidak benar (mencuri, merampok,korupsi, dll). Namun dari kisah di atas kita kembali di ingatkan bahwasannya uang atau harta benda  apapun tidak kekal. Sewaktu-waktu bisa hilang,rusak, atau hancur. Namun Yesus mengingatkan bahwa bila kita mengumpulkan  harta di surga,semua resiko itu tidak di khawatirkan. " Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya" (Mat. 6:20). Harta Surgawi adalah harta kekal, harta yang sesungguhnya (sejati) yaitu Tuhan Yesus, pribadi Yesus,Kebenaran firman, damai sejahtera dan sukacita surgawi yang terpancar lewat hati,pola pikir dan karakter kita sesehari (Rm.8:29 ; Ef. 4:21-24).

Janganlah sedih bila kita harus kehilangan, termasuk harta duniawi. Sebab sebagi orang Kristen, kita masih memiliki harta surgawi yang jauh lebih berharga yaitu beriman sepenuh hati pada Tuhan Yesus.

 

Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua

Salam 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :