[Renungan 9 Februari 2015] Kebaikan


Kebaikan - Foto : hiduokatolik.com

Kej 1:1-19; Mzm 104; Mrk 6:53-56

Selama seminggu ini Gereja mengajak kita untuk menggali inspirasi luar biasa dari kisah penciptaan alam semesta sampai terusirnya manusia dari taman Eden. Sebenarnya kalau kita mau teliti, terdapat dua versi kisah penciptaan manusia dalam Kitab Kejadian, yaitu Kej 1:1-2:3 dan Kej 2:4-3:24. Dua versi itu berasal dari tradisi yang berbeda dalam masyarakat Israel. Kedua versi ini dijadikan satu supaya kita memperoleh gambaran yang utuh tentang refleksi “dari mana manusia berasal?”

Allah dalam Kej 1:1-2:3 tampil sebagai Allah yang Mahakuasa dengan daya cipta yang luar biasa. Allah menciptakan dari ketiadaan karena bumi masih kosong dan tak teratur. Dengan Firman-Nya Allah bersabda, maka dengan sendirinya terbentuklah alam semesta. Tahap selanjutnya adalah Allah menamai setiap ciptaan- Nya dan mengatur kembali apa yang telah diciptakan-Nya. Setiap ciptaan diberi-Nya fungsi dan peranan untuk menghasilkan keteraturan alam semesta. Di tahap akhir Allah sendiri yang menilai hasil ciptaan- Nya dengan predikat: “Baik”, bahkan “Sangat Amat Baik” di hari keenam (ay.31).

Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang “baik” bahkan “sangat amat baik”. Keteraturan dan kebaikan adalah identitas hakiki manusia. Itulah rahmat dan talenta terbaik yang dimiliki manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Ketika keteraturan itu terganggu keseimbangannya, timbul segala masalah bagi manusia. (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :