[Renungan 30 Januari 2015] Tabur Kebaikan


Menabur - Foto : hidupkatolik.com

Ibr 10: 32-39; Mzm 37; Mrk 4:26-34

Perumpamaan yang disampaikan Yesus dalam bacaan hari ini menggambarkan Kerajaan Allah yang berkembang. Kerajaan Allah ibarat benih yang ditabur di tanah. Sesudah itu, benih tumbuh sendiri sampai akhirnya matang dan siap dipanen. Bagaimana benih itu tumbuh? Tak ada yang bisa mengamati. Para petani pun tidak setiap hari mengamati benih yang ia taburkan untuk melihat sampai di mana benih itu tumbuh. Irama pertumbuhan benih bukan menjadi urusan kita.

Kita bisa kembali kepada perumpamaan seorang penabur yang sudah kita renungkan. Melalui perumpamaan itu kita diajak berani menaburkan benih kebaikan dimana pun kita berada. Belajarlah berbuat baik tanpa berhitung, begitu yang ditulis. Dan mungkin kita semua mempunyai pengalaman bahwa suatu kebaikan kecil yang dulu pernah kita buat ternyata tiba-tiba muncul dengan hasil yang mengagetkan. “Saya adalah orang yang dulu pernah Bapak tolong, kalau tidak Bapak tolong saya tak tahu bagaimana nasib saya. Karena pertolongan Bapak, sekarang saya bisa seperti ini.” Seperti inilah ungkapan mengagetkan yang pernah kita dengar.

Lalu? Kita tak tahu apa yang akan terjadi dengan benih kebaikan yang kita taburkan. Semakin banyak yang kita tabur, semakin banyak pula kemungkinan benih yang tumbuh, berkembang, lalu berbuah. (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :