[Renungan 23 Januari 2015] Perjanjian Baru


Yesus memulai perjanjian yang baru dengan umat manusia. Perjanjian ini tak seperti perjanjian lama antara Allah dengan Israel dan Yehuda. Perjanjian baru dimulai sejak Malaikat Gabriel mengunjungi Maria dan memberitakan perihal kelahiran Yesus. Perjanjian ini mulai diwujud nyatakan saat Yesus sudah mulai mengajar. Sesuai kodrat-Nya sebagai manusia, Ia tidak dapat me menuhi perjanjian itu sendiri. Ia butuh penolong yang setia mengikuti cara hidup-Nya dan tulus hati melanjutkan karya-Nya. Sebab itu Ia memanggil kedua belas rasul. Peristiwa ini amat penting bagi perutusan Yesus. Para rasul ini ditetapkan Allah berkat kuasa Roh Kudus.

Yesus naik ke atas gunung untuk memilih kedua belas rasul. Di atas gunung, Nabi Musa dan Elia berjumpa dengan Allah. Di sana pula mereka menerima pengutusan dari Allah. Artinya, para rasul mendapat pengutusan yang telah di tetapkan Allah. Yesus memilih dua belas orang rasul yang akan mendampingi-Nya secara khusus dalam mewartakan Kerajaan Allah dan mengusir roh-roh jahat serta membangun dasar Gereja. Kedua belas rasul ini berasal dari golongan nelayan, ada juga Matius pemungut cukai, bahkan seorang ahli Taurat bernama Bartolomeus.

Yesus datang untuk menyelamatkan umat manusia, siapapun dia. Tetapi yang menarik adalah Yesus memulai karya diantara orang-orang miskin. Maka dari itu Yesus memilih kedua belas rasul yang terlibat dan berkarya di tengah orang miskin. Siapapun yang menanggapi, menerima, dan mengikuti Yesus dan para rasul-Nya, pastilah mengenal Allah. Sebab Ia telah menaruh hukum-Nya dalam akal budi umat dan menuliskan dalam hati. Apakah kita juga mampu melanjutkan karya keselamatan dari Allah kepada siapapun? (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :