[Renungan 16 Januari 2014] Iman Sosial


Ibr 4:1-5.11; Mzm 78; Mrk 2:1-12

Iman para sahabatlah yang dilihat Yesus, sehingga Ia menyembuhkan si lumpuh (Mrk 2:5). Penyembuhan itu menimbulkan kontroversi. Sebab, Yesus pertama- tama memberi pengampunan dosa, sesuatu yang oleh para ahli Taurat dianggap sebagai penghujatan kepada Allah.

Bagi Yesus, pengampunan perlu agar hubungan si lumpuh dengan Allah dipulihkan. Iman dan pertobatan menyatukan si lumpuh untuk masuk kembali ke Kerajaan Allah, lingkungan hidup abadi. Sedangkan penyembuhan diarahkan agar si lumpuh bisa kembali masuk dalam lingkungan sosial. Dengan perintah: “Angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”, Yesus mengembalikan seluruh nilai dan martabat fitri atau citra Allah si lumpuh.

Banyak umat Kristen sudah menjadi lumpuh karena terjerat berbagai ikatan duniawi, materi yang terlanjur melimpah, atau kuasa yang sudah mendinasti. Sering itu terjadi bukan hanya akibat egoisme pribadi, tetapi oleh trend sosial yang enggan dilawan. Bila ada dosa sosial, maka juga ada iman sosial. Dari iman sosial itu akan muncul doa dan gerakan sosial. Itulah, yang dilakukan St Yohanes Paulus II, tatkala menghancurkan the culture of death komunisme dunia. Inilah makna kesatuan iman dalam Gereja; aku percaya kepada Gereja yang katholikos (universal). (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :