[Renungan 12 Januari 2015] Independen


Mengikuti Yesus - Foto : Istimewa

Ibr 1:1-6; Mzm 97; Mrk 1:14-20

Empat murid pertama, Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes, berasal dari Galilea, wilayah utara Palestina. Wilayah utara berbeda dengan Yudea selatan. Di utara, tanah lebih subur. Ekonomi lebih maju. Maka, pikiran lebih independen. Banyak yang menjadi entrepreneur dan akrab dengan keragaman pandangan.

Ada dua keunikan dalam kisah panggilan dalam Mrk 1:14-20.Pertama, Yesus memanggil mereka saat “menyusuri tepi (Yun. para) Danau Galilea”. Lokasi di tepi juga menjadi tempat Lewi dipanggil. Waktu itu, Yesus sedang berjalan di tepi danau. Demikian pula, Bartimeus, juga sedang berada di tepi jalan, saat ia disem buhkan. Kebanyakan mereka yang berada di ‘para atau tepi’, lebih independen. Maka mereka lebih mampu memakai kebebasan nurani untuk membuka hati bagi panggilan Allah.

Kedua, Yesus memanggil mereka untuk ‘mengikuti-Nya’, dan untuk ‘dijadikan penjala manusia’. Arti ‘mengikuti’ (Yun. akoloutheó) adalah ‘berada di belakang keleuthos(Yun. jalan)’ yang ditempuh sang pendahulu. Ini berarti para murid harus berjalan melalui dan dalam ‘tapak-tapak Yesus’. Sedangkan makna ‘dijadikan penjala manusia’ adalah ikut dalam karya pengadilan Kerajaan Allah.

Dua keunikan panggilan ini butuh pertobatan dan kepercayaan kepada Injil. Hanya orang yang independen yang mampu menjawab panggilan ini. Di sinilah, bertobat (Yun. metanoeó), atau perubahan inner disposition, cara berpikir dan bersikap, serta pilihan hidup yang mengarah kepada Allah, menjadi paling utama. (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :