Pengumuman

Buat Akun Anda

Bagi umat Servatius, silahkan membuat akun di halaman depan situs ini.



Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

Proses Pembuatan Dodol PDF Print E-mail
Written by eko praptanto   
Tuesday, 12 May 2009 16:03

Proses Pembuatan Dodol Kampung Sawah

Oleh Mateus Nalih

 

Bahan-bahan:

  1. Beras ketan, bahan baku utama harus benar-benar berkualitas prima,sebagai penentu tingkat kelengketan dodol.
  2. Beras putih/ beras cerai, bahan pembantu untuk memudahkan agar dalam pengadukan tidak terlalu lengket.
  3. Gula Jawa/gula merah, bahan utama pemberi rasa manis.
  4. Gula putih/gula pasir, bahan pembantu pemberi rasa manis.
  5. Santan.
  6. Minyak kelapa yang dipakai untuk melumasi daun pisang yang akan digunakan sebagai pembungkus.
  7. Gutuk: bahan yang digunakan untuk memberi tingkat kelicinan, agar waktu diaduk tidak lengket.
  8. Bawang goreng, pemberi aroma.
  9. Kelapa bahan yang digunakan untuk membuat santan.
  10. Daun pandan wangi sebagai pemberi aroma.
  11. Vanili sebagai pemberi aroma.
  12. Garam sebagai pemberi rasa.

 

Peralatan dan perlengkapan:

  1. Bakul: alat yang digunakan untuk wadah beras, pencucian beras. Bisa juga untuk menempatkan tepung beras.
  2. Baskom: tempat untuk penyimpanan santan, ataupun air gula.
  3. Kleci/sodet: alat pengaduk kecil yang fungsinya untuk menjaga agar adonan tidak tumpah dari kuali saat pengadukan.
  4. Adukan dari batang aren: alat yang dipakai untuk pengadukan adonan hingga menjadi dodol.
  5. Kuali besar tempat untuk pengadukan adonan.
  6. Bonggol pohon pisang digunakan sebagai alas untuk pembuatan tungku.
  7. Patok bambu digunakan sebagai pemancang atau patok bonggol pisang yang digunakan sebagai tungku agar tidak goyah.
  8. Ayakan alat penyaring tepung beras terbuat dari anyaman logam  dengan pori-pori sangat halus berbentuk bulat.
  9. Saringan bambu alat penyaring air gula setelah dimasak untuk menghilangkan kotoran.
  10. Kenceng alat untuk membuat minyak yang terbuat dari santan hingga jadi gutuk.
  11. Parutan kelapa alat untuk memarut kelapa supaya jadi serpihan kecil-kecil.
  12. Lumpang  wadah terbuat dari bahan kayu yang memiliki lubang berbentuk kerucut, digunakan untuk menghaluskan butiran beras sampai jadi tepung.
  13. Alu alat penumbuk terbuat dari kayu bentuk bulat pada bagian ujungnya.
  14. Tampah tempat untuk meletakan tepung beras selama penyaringan.
  15. Kayu bakar bahan pembuat api selama proses pengadukan berlangsung.
  16. Daun jambu biji bahan yang digunakan sebagai sarana untuk peningkatan agar warna dodol terlihat lebih tua.
  17. Daun pisang bahan yang digunakan sebagai pembungkus dodol menjadi sepulungan/segeleng.
  18. Tenong alat yang terbuat dari anyaman bamboo bentuk bulat untuk menempatkan dodol setelah matang.
  19. Kedebong pisang bahan yang digunakan sebagai alas untuk mencicipi kole.
  20. Tali rapia bahan yang digunakan untuk melapisi adukan agar adonan tidak menempel pada batang adukan.
  21. Centong alat terbuat dari kayu bentuk seperti dayung untuk mengaduk air gula saat dimasak atau dipanaskan.
  22. Kerukan sambal terbuat dari bahan karet menyerupai kapak untuk mengeruk.

 

 

Proses pembuatan :

 

Persiapan bahan:

 

1.            Beras

Beras yang digunakan harus dipilih dari beras yang betul-betul berkualitas.Beras ketan ataupun beras putih atau cerai dicuci hingga betul betul bersih. Artinya air sisa pembuangan dari pencucian terlihat jernih. Tiriskan. Untuk beras putih atau beras cerai direndam selama 1 jam untuk memudahkan penghalusan. Setelah itu ditumbuk hingga jadi tepung pada sebuah lumpang menggunakan alu. Setelah jadi tepung diayak menggunakan ayakan di atas tampah yang telah diberi alas daun pisang. Jumlah tepung yang diayak sesuai dengan jumlah bahan yang tersedia.

 

2.            Kelapa

Kelapa adalah kelapa yang benar-benar cukup tua, agar memiliki santan yang cukup baik. Kelapa dikupas, lalu dibuang kulit arinya yang berwarna coklat tidak perlu bersih benar. Cuci hingga bersih lalu parut menggunakan parudan. Setelah diparud campurkan air sambil diremas-remas untuk menghasilkan sari pati kelapa. Setelah peremasan dianggap cukup disaring menggunakan ayakan di atas baskom sebagai santan kental pertama. Santan kental pertama harus dipisahkan dengan santan yang lain dari hasil pemerasan kedua atau ketiga.

 

3.            Gula merah atau gula jawa, daun pandan wangi, vanili

Panaskan gula jawa atau gula merah di atas kenceng aduk hingga rata, tambahkan daun pandan wangi atau vanili terus aduk hingga air gula menjadi ganting. Saring air gula menggunakan saringan bambu untuk menghilangkan kotoran gula ataupun lainnya. Tempatkan pada baskom.

 

4.            Gutuk

Gutuk adalah minyak masak ½ matang dari santan kelapa hingga tampak minyak agak putih dan kotoran dari minyak atau blendo juga berwarna putih. Digunakan sebagai pelumas atau pelicin selama proses pengadukan sekaligus penambah aroma.

 

Persiapan penunjang/tungku:

 

1.            Buat tungku masak dari bonggol pisang yang cukup baik, artinya bonggol pisang yang masih baru. Karena kalau bonggol busuk daya tahan menjadi berkurang. Atur bonggol pada posisinya dan membentuk segitiga sama sisi dan harus disesuaikan dengan besarnya kuali yang akan digunakan.

2.            Atur posisi kuali diatas tungku agar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah  untuk memperoleh panas yang cukup ideal dan tidak menimbulkan asap.

3.            Bila posisi antara tungku dan kuali sudah dianggap ideal pancang bonggol pisang menggunakan 2 bilah bambu dengan tujuan agar tungku tidak goyah selama pengadukan walaupun mendapat dorongan yang kuat. Patok atau pancang menggunakan bilah dari bagian bongkot bambu yang cukup tebal dan kuat.

4.     Nyalakan api pada tungku untuk penyesuaian kondisi tanah yang ada agar selama pengadukan diharapkan api tidak padam, disamping itu sekaligus juga sebagai sarana untuk menghindari timbulnya debu.

Comments
Search
admin   |114.121.15.xxx |2009-05-16 03:04:15
wah senangnya sekarang ada website Servatius Kampu ng Sawah....

Salut buat Pa
k Eko, dkk.
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Last Updated on Tuesday, 12 May 2009 23:44