• Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius

Pengumuman

Perayaan Sedekah Bumi "Edisi Istimewa" Tahun 2012

Perayaan Sedekah Bumi tahun 2012 akan sedikit lebih istimewa. Dua hari berturut-turut. Perayaan Ekaristinya pun istimewa, karena lagu-lagu nya bernuansa Betawi Dialek Kampung Sawah dengan iringan musik gambang kromong. Nantikan tanggal 12-13 Mei 2012!

 Lenong Kenjon

Perayaan Sedekah Bumi tahun 2012 akan diawali pada hari Sabtu 12 Mei 2012, pukul 19.00 WIB. Acara akan diawali dengan atraksi Pencak Silat Restu Kasepuhan dari Krangan. Berikutnya, Topeng Betawi "Kenjon asal Bantar Gebang akan menyemarakkan suasana sekaligus membungkus sebuah acara penting yang "menyisip" di dalam pertunjukan Topeng, yakni Dialog Budaya yang akan menampilkan nara sumber utama sejarawan muda JJ Rizal yang akan berdialog dengan para tokoh lintas agama di Kampung Sawah. Topeng Kenjon akan berupaya menyegarkan malam dengan cerita yang bertema kerukunan. Saat acara berlangsung, akan diadakan Festival Kuliner Kampung Sawah, dari penganan  sampai masakan Betawi, seperti bekasem dan sayur gabus pucung.

 

 Ngaduk Dodol dan Perayaan Ekaristi Meriah

Pagi, tanggal 13 Mei akan dibuka oleh ritual awal Ngaduk Dodol yang diperkirakan dimulai pada pukul 4.00. Ngaduk Dodol kali ini dimulai "agak siang" untuk memberi kesempatan umat ikut serta mengaduk dodol dengan mematuhi tatacara adatnya. Perayaan Ekaristi Inkulturasi Betawi Dialek Kampung Sawah akan dimulai pukul 08.30 WIB. Ritual Persembahan akan dihiasi oleh tarian Betawi yang akan dimainkan oleh OMK Santo Servatius. Lagu-lagu yang akan dinyanyikan, termasuk ordinarium, bernuansa Betawi dengan iringan musik gambang kromong. 

Pesta Rakyat

Perayaan sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil bumi tersebut akan dipuncaki oleh sebuah Pesta Rakyat, yang akan dimulai setelah Perayaan Ekaristi selesai. Pesta Rakyat yang dikoordinasi oleh Wanita Katoik Republik Indonesia cabang santo Servatius akan dihiasi dengan lagu-lagu Betawi yang akan ditampilkan oleh grup musik gambang kromong.  

Login Form





Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

Selamat datang di St. Servatius Kampung Sawah
Telah Terbit PDF Print E-mail
Written by EDDY PEPE   
Sunday, 08 April 2012 22:36
Seluk beluk Paroki Kampung Sawah tercatat rapi dalam satu buku sejarah yang diterbitkan tahun lalu. Buku sejarah Gereja Kampung Sawah ini berjudul "SEPANGKENG KISAH GEREJA KATOLIK KAMPUNG SAWAH". Diterbitkan dalam rangka memperingati ulang tahun ke 115 Umat Katolik Kampung Sawah. Buku setebal 178 halaman ini bisa dibeli di toko Paroki dengan harga hanya Rp 25.000,- Selamat membaca!
Last Updated on Friday, 04 May 2012 17:13
 
Tablo Penyaliban Yesus Jelang Perayaan Jumat Agung PDF Print E-mail

 Foto-foto: Widhi Asmara

 

Jumat pagi (21/4), pukul 09.00 WIB, Paroki Santo Servatius, Kampung Sawah menyelenggarakan tablo Penyaliban Yesus. Tablo yang dimainkan oleh warga Lingkungan Fransiskus Solanus tersebut begitu memikat. Beberapa umat tampak menitikkan air mata ketika menyaksikan drama penyaliban yang diperagakan di depan mata mereka. 

 

Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus
     Sejak pagi umat paroki Santo Servatius Kampung Sawah "ngeriung" di gerejanya untuk menyaksikan drama penyaliban. Tepat pukul 09.00 WIb, Frater Diakon Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur SJ membuka ibadat tersebut dengan pengantar dan doa. Selanjutnya, drama penyaliban yang inspirasi naskahnya diambil dari Yohanes 18 dan 19 tersebut dimulai. Teriakan orang-orang Yahudi, para imam agung pada masa Yesus mulai membahana. Beberapa umat, termasuk anak-anak, terkesiap menyaksikan peragaan langsung saat-saat kesengsaraan Yesus. Beberapa umat sempat menitikkan air mata. Drama penyaliban tersebut berhasil membuat umat mengenang derita Yesus yang kemudian wafat di salib untuk menyelamatkan kita.

Misa Jumat Agung yang khidmad

Siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB, gereja di pinggiran Jakarta tersebut mulai disesaki oleh umatnya. Padahal Perayaan Ekaristi Jumat Agung baru dimulai pukul 14.00 WIB. Misa yang dipimpin oleh Romo Jakobus Rudiyanto SJ berlangsung khidmad meski umat "luber" sampai ke tepi-tepi pagar luar gereja. Situasi yang sama terjadi pada Perayaan Ekaristi Jumat Agung yang kedua, yang dimulai pada pukul 18.00 WIB. Gereja dan lingkungan sekitar gereja penuh sesak. Pakaian warna hitam mendominasi. Umat tampak berusaha menghayati perayaan sengsara Yesus Kristus.Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX Widoyoko Sj, Romo Alex SVD, didampingi oleh Frater Diakon Ferdinandus Effendyi Kusuma Sunur SJ.

 

Perayaan Malam Paskah di Kampung Sawah

 Hari Sabtu (23/4), Paroki Santo Servatius Kampung Sawah akan mengadakan Perayaan Ekaristi Malam Paskah. Perayaan Ekaristi akan berlangsung dua kali, yaitu pukul 17.00 WIB dan 21.00 WIB. Selain di paroki, Perayaan Ekaristi juga akan dilakukan di Stasi Stanislaus pada pukul 19.00 WIB.

Sekelumit Sejarah Gereja Katolik di Kampung Sawah

Tanggal 6 OKtober 1896 adalah tanggal bersejarah bagi umat Katolik Kampung Sawah. Pada tanggal itulah Romo Bernardus Schweitz SJ membaptis 18 orang warga Kampung Sawah. Sebelumnya memang ada 6 orang yang dibaptis Pastor Schweitz SJ. Mereka adalah Nathanael, Tarub Noron, Markus Ibrahim Kaiin, Yosef Baiin dan sem Napiun. Setahun kemudian, Pastor Schweitz membeli rumah sederhana untuk dijadikan tempat ibadat.

Pada tahun 1936, Vikaris Apostolik Djakarta, Monseigneur Petrus Willekens SJ menjadikan Kampung Sawah sebagai paroki. Tanggal 23 September 1937, monseigneur memberkati gereja Kampung Sawah dengan nama pelindung Santo Antonius dari Padua. Paroki Kampung Sawah menjadi paroki kelima di Keuskupan Agung Jakarta setelah Katedral (1808), Matraman (1909), Kramat (1920), dan Theresia (1930).

Budaya Betawi Kampung Sawah

Sejarah gereja Katolik di Kampung Sawah tumbuh dan kokoh di wilayah yang berbahasa dan budaya Betawi. Umat Katolik perdana Kampung Sawah adalah para leluhur Betawi asli yang konon merupakan keturunan orang perkebunan dari Citrap (Citeureup). Budaya Betawi Kampung Sawah sampai detik ini terus dirawat bersama dengan umat dari agama lain. Dalam perayaan-perayaan besar, nuansa budaya Betawi selalu menjadi bagian dari prosesi, sebagai wujud semangat inkulturasi gerejawi. Salah satu perayaan inkulturatif yang telah menjadi tradisi perayaan gerejawi di Kampung Sawah adalah perayaan Sedekah Bumi, yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 13 Mei. Selain itu, paroki ini memunyai Perkerabatan Santo Servatius yang terdiri dari 12 pasang babe dan enyak asli Kampung Sawah. Juga ada kelompok berpakaian jawara yang disebut Krida Wibawa, yang selalu ikut berprosesi pada Perayaan Ekaristi hari Minggu.

   

(ep)


 

Polls