• Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius
  • Gereja Katolik St. Servatius

Pengumuman

Buat Akun Anda

Bagi umat Servatius, silahkan membuat akun di halaman depan situs ini.

Login Form





Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

Selamat datang di St. Servatius Kampung Sawah
Telah Terbit PDF Print E-mail
Written by EDDY PEPE   
Sunday, 08 April 2012 22:36
Seluk beluk Paroki Kampung Sawah tercatat rapi dalam satu buku sejarah yang diterbitkan tahun lalu. Buku sejarah Gereja Kampung Sawah ini berjudul "SEPANGKENG KISAH GEREJA KATOLIK KAMPUNG SAWAH". Diterbitkan dalam rangka memperingati ulang tahun ke 115 Umat Katolik Kampung Sawah. Buku setebal 178 halaman ini bisa dibeli di toko Paroki dengan harga hanya Rp 25.000,- Selamat membaca!
Last Updated on Friday, 04 May 2012 17:13
 
Tablo Penyaliban Yesus Jelang Perayaan Jumat Agung PDF Print E-mail

 Foto-foto: Widhi Asmara

 

Jumat pagi (21/4), pukul 09.00 WIB, Paroki Santo Servatius, Kampung Sawah menyelenggarakan tablo Penyaliban Yesus. Tablo yang dimainkan oleh warga Lingkungan Fransiskus Solanus tersebut begitu memikat. Beberapa umat tampak menitikkan air mata ketika menyaksikan drama penyaliban yang diperagakan di depan mata mereka. 

 

Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus
     Sejak pagi umat paroki Santo Servatius Kampung Sawah "ngeriung" di gerejanya untuk menyaksikan drama penyaliban. Tepat pukul 09.00 WIb, Frater Diakon Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur SJ membuka ibadat tersebut dengan pengantar dan doa. Selanjutnya, drama penyaliban yang inspirasi naskahnya diambil dari Yohanes 18 dan 19 tersebut dimulai. Teriakan orang-orang Yahudi, para imam agung pada masa Yesus mulai membahana. Beberapa umat, termasuk anak-anak, terkesiap menyaksikan peragaan langsung saat-saat kesengsaraan Yesus. Beberapa umat sempat menitikkan air mata. Drama penyaliban tersebut berhasil membuat umat mengenang derita Yesus yang kemudian wafat di salib untuk menyelamatkan kita.

Misa Jumat Agung yang khidmad

Siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB, gereja di pinggiran Jakarta tersebut mulai disesaki oleh umatnya. Padahal Perayaan Ekaristi Jumat Agung baru dimulai pukul 14.00 WIB. Misa yang dipimpin oleh Romo Jakobus Rudiyanto SJ berlangsung khidmad meski umat "luber" sampai ke tepi-tepi pagar luar gereja. Situasi yang sama terjadi pada Perayaan Ekaristi Jumat Agung yang kedua, yang dimulai pada pukul 18.00 WIB. Gereja dan lingkungan sekitar gereja penuh sesak. Pakaian warna hitam mendominasi. Umat tampak berusaha menghayati perayaan sengsara Yesus Kristus.Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX Widoyoko Sj, Romo Alex SVD, didampingi oleh Frater Diakon Ferdinandus Effendyi Kusuma Sunur SJ.

 

Perayaan Malam Paskah di Kampung Sawah

 Hari Sabtu (23/4), Paroki Santo Servatius Kampung Sawah akan mengadakan Perayaan Ekaristi Malam Paskah. Perayaan Ekaristi akan berlangsung dua kali, yaitu pukul 17.00 WIB dan 21.00 WIB. Selain di paroki, Perayaan Ekaristi juga akan dilakukan di Stasi Stanislaus pada pukul 19.00 WIB.

Sekelumit Sejarah Gereja Katolik di Kampung Sawah

Tanggal 6 OKtober 1896 adalah tanggal bersejarah bagi umat Katolik Kampung Sawah. Pada tanggal itulah Romo Bernardus Schweitz SJ membaptis 18 orang warga Kampung Sawah. Sebelumnya memang ada 6 orang yang dibaptis Pastor Schweitz SJ. Mereka adalah Nathanael, Tarub Noron, Markus Ibrahim Kaiin, Yosef Baiin dan sem Napiun. Setahun kemudian, Pastor Schweitz membeli rumah sederhana untuk dijadikan tempat ibadat.

Pada tahun 1936, Vikaris Apostolik Djakarta, Monseigneur Petrus Willekens SJ menjadikan Kampung Sawah sebagai paroki. Tanggal 23 September 1937, monseigneur memberkati gereja Kampung Sawah dengan nama pelindung Santo Antonius dari Padua. Paroki Kampung Sawah menjadi paroki kelima di Keuskupan Agung Jakarta setelah Katedral (1808), Matraman (1909), Kramat (1920), dan Theresia (1930).

Budaya Betawi Kampung Sawah

Sejarah gereja Katolik di Kampung Sawah tumbuh dan kokoh di wilayah yang berbahasa dan budaya Betawi. Umat Katolik perdana Kampung Sawah adalah para leluhur Betawi asli yang konon merupakan keturunan orang perkebunan dari Citrap (Citeureup). Budaya Betawi Kampung Sawah sampai detik ini terus dirawat bersama dengan umat dari agama lain. Dalam perayaan-perayaan besar, nuansa budaya Betawi selalu menjadi bagian dari prosesi, sebagai wujud semangat inkulturasi gerejawi. Salah satu perayaan inkulturatif yang telah menjadi tradisi perayaan gerejawi di Kampung Sawah adalah perayaan Sedekah Bumi, yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 13 Mei. Selain itu, paroki ini memunyai Perkerabatan Santo Servatius yang terdiri dari 12 pasang babe dan enyak asli Kampung Sawah. Juga ada kelompok berpakaian jawara yang disebut Krida Wibawa, yang selalu ikut berprosesi pada Perayaan Ekaristi hari Minggu.

   

(ep)


 

Polls